2010-07-31 Obok-obok Omahe Pejabat Polda, Benjut Dimassa |
SURABAYA – Belum tuntas kasus tiga perampokan di wilayah hukum Polsek Jambangan dan Gayungan, kejadian serupa terjadi lagi di wilayah Polsek Sukolilo, Jumat (30/7). Menariknya, yang jadi korban adalah rumah AKBP Yusuf S.Ik, Hum, Kasubditmin Regident Dirlantas Polda Jatim, di Perumahan Wisma Mukti F/55 Surabaya. Untungnya, aksi ini dipergoki dan pelakunya ditangkap warga, lalu dihajar massa.
Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), kejadiannya sekitar pukul 13.30 Wib kemarin. Sedang pelakunya bernama Aan (35), tinggal di kawasan Tangkis Wonorejo, Rungkut dan temannya, Ruslan (37). Aan sudah tertangkap, sementara Ruslan masih diburu polisi. Saat melakukan aksinya itu, ternyata keduanya dalam keadaan mendem (mabuk) usai pesta minuman keras (miras)
Saat kejadian itu, rumah perwira menengah Polda itu dalam keadaan sepi. Hanya Sumiati (40), pembantu Yusuf, yang ada di rumah bersama dua anak Yusuf. Saat itu Sumiati sedang memasak, sedang pembantu Yusuf yang lain, Mujiani, pergi ke toko untuk membeli telur.
Namun, ketika keluar rumah, Mujiani lupa menutup kembali pintu pagar. Melihat situasi itu, dua tersangka yang masih dalam pengaruh minuman keras masuk ke rumah korban dan mengambil satu set perlatan golf di ruang makan.
Namun, saat akan keluar ruangan, dipergoki Sumiati. Saat itu pembantu rumah tangga (PRT) ini mendengar dering telepon yang berada di ruang tengah. Sumiati terkejut melihat dua orang asing sudah berada di dalam rumah majikannya. Dia lalu bertanya,” kamu ini siapa, kenapa ada di sini?”
“Saya tanya begitu, salah satu dari pencuri itu, menghempaskan tangan saya dan berlari keluar membawa barang curian,” cerita Sumiati di lokasi kejadian.
Melihat dua orang pencuri itu berlari keluar, Sumiati mengejar sambil berteriak maling. Sementara satpam perumahan dan beberapa warga yang mendengar teriakan Sumiati, segera tanggap dan ikut melakukan pengejaran.
Tersangka Aan berhasil ditangkap dan dihajar warga hingga babak belur, sedang Ruslan terus berlari menyelamatkan diri meninggalkan temannya yang tertangkap massa. “Saya tadi tidak tahu, kan saya berada di kantor. Tiba-tiba di telepon sama teman-teman soal kejadian ini,” aku Yusuf yang saat itu mendatangi Polsek Sukolilo untuk memberi keterangan soal kejadian tersebut.
Yusuf juga mengatakan, karena ulah nakal dua pemabuk tersebut, dia mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta. “Itu stick golf lama, harganya sekita Rp 10 juta kalau nggak salah waktu itu,” tutur Yusuf.
Dari pihak Polsek Sukolilo sendiri masih melakukan penyidikan dan terus mengorek keterangan dari tersangka Aan tetang keberadaan Ruslan. “Kami masih melakukan pengembangan kasus ini. Tersangka yang kami tangkap masih dalam kondisi mabuk berat, jadi belum bisa memberi keterangan pasti pada penyidik,” ujar Kapolsek Sukolilo AKP Meity Jani Manus di Mapolsek.
Sebelumnya, 13 Juli lalu, warga Surabaya dikejutkan perampokan beruntun dalam satu hari. Komplotan perampok ini pertama kali beraksi di rumah Hidayat Nugraha, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Jatim. Tepatnya, di Wisma Pagesangan Blok 7. Kedua, di rumah Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan AKBP Setyo Purwanto yang berada di Jalan Jambangan I A Surabaya. Ketiga, di rumah pengusaha garmen, M Taufik (67) di Gayungsari Barat Gang 10 nomor 11 Surabaya. Terakhir, di rumah Bo Lau (65), seorang janda di Jalan Jemur Andayani 10-12.
Dari empat TKP ini, hanya di Jemur Andayani yang sudah tertangkap pelakunya. Sedang lainnya masih dalam pengembangan Polrestabes Surabaya. n ma
|
|
|
|
Ada 0 Komentar Untuk Berita Ini.
|
|
| Silakan Login untuk kirim komentar Anda. |
Kirim Komentar Anda :
|
| |
|
|
|
|