Login | Register Version : English | Suroboyoan | Madura    
2010-07-31 
Bos PT JGU Akui Puspa Agro Sepi
Pedagang Ancam Pergi
SURABAYA – Direktur Utama PT Jatim Graha Utama (PT JGU) Erlangga Satriagung mengakui jika Pasar Modern Puspa Agro sejak diresmikan 17 Juli lalu hingga saat ini masih sepi. Menariknya, sebagai pengelola dirinya menganggap hal itu wajar.

“Namanya juga baru buka, satu-dua tahun lagi mungkin sudah normal. Karena pasar ini bukan mall dan berada di tempat yang baru,” ujar Erlangga Satriagung di depan anggota komisi B DPRD Jatim, kemarin. Kehadiran Erlangga itu karena DPRD memanggil dalam rangka mengkroscek kondisi Puspa Agro yang sedang sepi pedagang dan pembeli.
“Kami prediksi paling cepat satu tahun pedangang dan pembelinya banyak,” janji Erlangga.
Dia sendiri membantah jika PT JGU sebagai pengelola tidak bekerja maksimal. Menurutnya, keadaan sepi di puspa Agro bukan berarti tidak ada transaksi di pasar tersebut. "Pada jam-jam tertentu, pasar ini sudah ramai. Pengunjungnya sore dan malam hari, apalagi Jumat Sabtu Minggu pasti ramai,” tandasnya.

Hal demikian, kata Erlangga dikarenakan para pedagang dan pembeli masih mencari ritme waktu bertarnsaksi. “Setiap pasar punya karakteristik berbeda-beda,” kelitnya.

Erlangga mengaku, pasar yang dibangun dengan anggaran Rp 308 miliar ini kedepan masih punya prospek bagus. Apalagi jika didukung dengan infrastruktur yang memadai. Mengingat jalan masuk menuju Puspa Agro masih terlalu sempit. Padahal, sesuai uji amdal di tahun 2012 nanti, jalan Sawungggaling dan pertigaan Kletek Sepanjang masuk kategori F (tidak bisa jalan alias macet). Maklum jika puspa Agro beroperasi, sedikitnya ada 2800 truck keluar masuk setiap hari. “Kalau pasar ini sudah normal, pada jam-jam tertentu seperi sore dan malam akan padat. Itu belum kendaraan pengunjung,” kata Erlangga yang mengusulkan ada jalan layang menuju puspa Agro serta perluasan jalan Sawunggaling lewat Kelopo Sepuluh tembus Tol Waru-Sidoarjo.

”Untuk sementara ini, kami memang tidak menjanjikan puspa agro langsung ramai. Tapi sekarang ini kami tidak mengira respponnya bagus dan bisa langsung on,” tandasnya.

Sementara itu, menurut pantauan Surabaya Pagi siang kemarin, para pedagang semakin banyak yang resah. Bahkan tak sedikit yang berencana akan meninggalkan puspa Agro. “Saya jualan disini malah rugi mas, sudah satu minggu ini saya keluar duit 1 juta lebih tapi dagangan tidak ada yang laku, sehari dapat Rp 6000 itu sudah bagus,” kata Suparmi (nama samaran), pedagang buah di Puspa Agro, kemarin siang (30/7). Selain dia, banyak pedagang yang mengalami nasib serupa. “Makanya sekarang banyak yang tutup, buat apa jualan kalau pembelinya gak ada,” sahutnya lagi.

Sementara itu, anggota komisi B DPRD Jatim Samsul Arifin mengaku kecewa dengan kondisi semacam ini. Menurutnya, ada yang salah dalam pengelolaan puspa Agro. “Kalau bangunannya besar dan bagus tapi tidak sesuai fungsinya ya percuma,” kata Arifin. Salah satu fungsi utama Puspa Agro adalah meningkatkan perekonomian para petani agrobisnis di Jawa Timur. “PT JGU jangan cuma pandai membangun. Tapi bagaimana mengembangkan puspa agro. Mudah-mudahan pasar ini tidak beralih fungsi tata kelola produk pertanian dan hasil laut,” tandasnya. rko


Ada 0 Komentar Untuk Berita Ini.


Silakan Login untuk kirim komentar Anda.
Kirim Komentar Anda :
*)max. 250 karakter