SURABAYA – Lomba Posyandu Smart Healthy serta Jambore Kader Posyandu di Pasar Buku Indonesia Cerdas (PBIC) Kapas Krampung berlangsung meriah. Peserta yang telah terpilih sebagai sepuluh besar terlihat sangat mendukung jalannya acara ini.
Gebyar Posyandu yang diselenggarakan Dinas Kesehatan kota Surabaya kali ini merupakan tahun kedua, awal dilaksanakan pada tahun 2009. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, jika sebelumnya tidak menggunakan teknik lomba, kali ini Jambore kader menggunakan media lomba untuk lebih memperkenalkan isi dari Posyandu sendiri. Selain itu Gebyar Posyandu kali ini akan lebih meriah dengan talk show serta penyerahan penghargaan berupa hadiah kepada pada pemenang lomba Posyandu Smart & Healthy. Alasan mengadakan kembali acara ini karena selain minat dari peserta sangat besar, hasil dari Gebyar Posayandu di tahun sebelumnya telah diterapkan di kehidupan nyata. “Beberapa materi dalam pelaksanaan Jambore Kader Posyandu yakni materi Lomba, pelatihan bagi para kader, dilanjutkan dengan materi Pembinaan dan Pemberian Motivasi,” jelas dr. Sri Setiyani, Kadinkes Surabaya.
Ia mengatakan tujuan dari Jambore Kader Posyandu itu untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para kader Posyandu dalam melaksanakan tugasnya sebagai orang yang paling mengetahui di Posyandu. Tentunya ketika menyampaikan informasi kepada ibu Balita harus benar agar tidak menjadi kesalahan fatal yang dialami oleh balita.
Gebyar Posyandu tahap awal telah dilaksanakan pada bulan Mei lalu. Tahap awal tersebut diikuti oleh 93 peserta dari 31 kecamatan. Masing-masing kecamatan diperbolehkan mengikut sertakan 3 wilayah yang berbeda. Hingga terpilihnya 10 besar yang akhirnya berhak mengikuti tahap final ini.
Peserta yang terpilih 10 besar kali ini memiliki konsep tema yang berbeda-beda. Terlihat dari stand mereka masing-masing. Sebagai stand pembuka pengunjung disuguhi Posyandu Sakinah Gunung Anyar Tambak dengan tema “Di tengah Hutan Mangrove”. Lalu diikuti dengan peserta lainnya, yaitu Posyandu Smart, Posyandu Palupi, Posyandu Margi Sehat, Posyandu Klengkeng, Posyandu Dahlia, Posyandu Gunung Kerinci, Posyandu Dashlia, Posyandu Gunung Bromo, dan Posyandu Pier.
Dari salah satu peserta yang terpilih sepuluh besar tersebut, ada yang baru pertama kali mengikuti lomba Gebyar Posyandu. Tim yang berasal dari Benowo ini tak menyangka dapat sampai di tahap final. “Daerah Kami kan tergolong daerah pedalaman tapi masyarakatnya gak mau kalah dengan daerah kota, jadi ya kami mencoba mengembangkan inovasi baru. Eh, ternyata nggak nyangka bisa masuk final ini,” jelas Susilowati selaku Ketua tim. Mg1
|