Login | Register Version : English | Suroboyoan | Madura    
2010-07-23 
Pabrik Baja Mbledos, 2 Buruh Matek
Korban Mencelat 8 Meter dan Luka Bakar
Aidid, GRESIK

Ledakan hebat terjadi di pabrik peleburan baja PT Rekso Indo Steel (PT RIS), di Jalan Raya Desa Sumengko, Kecamatan Wringin Anom, Gresik, Kamis (22/7) sekitar pukul 13.30. Saking dahsyatnya ledakan itu dua buruh pabrik tewas seketika, sementara empat lainnya mengalami luka bakar serius.

Sejumlah saksi yang ditemui Surabaya Pagi di tempat kejadian perkara (TKP), ledakan berasal dari tungku batu bara yang berada di dapur pabrik. "Kejadianya terlalu cepat sehingga para pekerja yang berada di dekat tungku itu tidak sempat menyelamatkan diri," kata Sulis, saksi mata.

Ia mengungkapkan kejadian itu berlangsung saat pergantian shift (giliran tugas) pagi ke shift siang sekitar pukul 13.30. Ledakan ini terdengar hingga radius tiga kilometer. Sementara dua pekerja yang tewas adalah Khoirul (35), warga Desa Lebani Suko, Kecamatan Wringin Anom, dan Darkan (31), asal Desa Sawo, Mojokerto. "Keduanya terpental hingga delapan meter, Choirul tewas di tempat, sedangkan Darkan meninggal di rumah sakit Anwar Medica, Krian, Sidoarjo," ujar Sulis.

Sementara itu, melihat suaminya menjadi korban, istri Choirul, langsung tak sadarkan diri saat berada di kamar jenazah RS Anwar Medica. Sedang empat orang yang mengalami luka bakar serius adalah Agus (30), warga Sidoarjo; Nur Rachman (23), warga Desa Balungbendo, Wringin Anom; Ona (25) dan Simbran (28), keduanya pekerja asal Flores, NTT.

Kapolsek Wringin Anom AKP Zunaidi mengatakan, semua korban termasuk yang meninggal sudah dievakuasi ke UGD RS Anwar Medika, Krian, Sidoarjo. "Korban luka bakar serius kini sedang dirawat intensif di rumah sakit," ungkapnya di sela-sela olah TKP kemarin siang.

Menurut kapolsek, sumber ledakan itu diduga berasal dari tungku bahan bakar batu bara. "Diperkirakan, ledakan ini terjadi saat penuangan cairan batu bara ke tungkunya. Namun apa penyebab ledakan itu masih belum kami ketahui," ungkapnya lagi. Karena itu, kepastian penyebabnya menunggu tim labfor dari Polda Jatim untuk oleh TKP pada Jumat (23/7) hari ini, karena kondisi TKP masih ada api.

Ledakan itu juga menimbulkan kebakaran di dalam pabrik. Untungnya ledakan itu hanya terjadi sekali, namun akibatnya sangat mengenaskan sehingga dua pekerja di sekitar kejadian tewas dan empat orang lainnya menderita luka bakar serius.

Peralatan Tak Memadai
Untuk ukuran pabrik peleburan betoneser yang luasnya 100 x 300 meter, PT RIS terbilang tidak siap menghadapi bencana kebakaran. Jumlah alat pemadam api ringan ukuran 4 kg memang memadai. Menurut Sutris, satpam PT RIS, sedikitnya ada 3 tabung PMK yang disediakan di sana.

Namun sejak berdirinya pabrik itu sejak 2007 hingga kini, belum pernah sekalipun karyawannya mendapat pelatihan pemadaman kebakaran (fire drill) sehingga para pekerja sempat panik saat terjadi ledakan.

Kasie Pencegahan dan Pengendalian Dinas PMK Surabaya, Ari Bekti Iswantoro mengatakan untuk pabrik dengan ruangan tanpa sekat seluas itu, butuh minimal 2 alat pemadam api ringan (Apar). Namun untuk industri peleburan, tidak cukup hanya Apar, melainkan harus juga ada alat pemadam berbahan CO2. "Jika sudah ada alat pemadam, karyawannya harus dilatih menggunakannya karena penggun Apar tidak sembarangan. Ada teknik-tekniknya. Mereka sepertinya tidak siap menghadapi kebakaran," ujar dia. n


Ada 0 Komentar Untuk Berita Ini.


Silakan Login untuk kirim komentar Anda.
Kirim Komentar Anda :
*)max. 250 karakter