Menarik keuntungan dalam jumlah besar adalah tujuan setiap perusahaan. Namun bila dilakukan dengan cara yang tidak sesuai aturan yang berlaku, bisa jadi tidak hanya kerugian yang diperoleh tapi juga denda yang jumlahnya sangat tinggi. Itulah yang terjadi pada Imperial Tobacco Group Plc, Gallaher Group Ltd dan 10 penjualnya yang didenda sebesar USD 346 juta karena terbukti melakukan pengaturan harga rokok antara tahun 2001 sampai 2003. Hal ini diungkapkan oleh badan Antitrust Inggris beberapa waktu lalu.
Imperial yang memproduksi merek-merek rokok internasional seperti West, Davidoff dan JPS, menerima denda terbesar yang sebesar 112.3 Juta Poundsterling. Hal tersebut diungkapkan oleh badan yang mengawasi kegiatan perdagangan di Inggris, UK Office Of Fair Trade. Sedangkan Gallaher, salah satu anak cabang dari produsen rokok Jepang, Japan Tobacco Inc, didenda sebesar 50.4 Juta Poundsterling. Denda tersebut adalah denda terbesar yang pernah dijatuhkan oleh UK Office Of Fair Trade, kepada perusahaan rokok.
Sedangkan pihak penjual yang terlibat dalam kasus tersebut salah satu anak cabang Wal Mart Stores Inc, Asda, didenda sebesar 14,2 Juta Poundsterling sedangkan pihak lain yang juga terlibat dalam kasus tersebut mendapat denda 14,1 Juta Poundsterling. Menurut OFT (office Of fair trade) yang telah melarang penjual untuk menentukan harga sendiri, kerugian yang dialami pasar karena kasus ini sebesar 13 Milyar Poundsterling.
”Praktik yang membatasi penjual untuk menetapkan harga jual kembali untuk bersaing sendiri, dianggap tidak melanggar hukum. Hal tersebut dapat menyebabkan persaingan berkurang dan akhirnya merugikan konsumen,” kata salah satu pejabat senior OFT, Simon Williams seperti yang dikutip dari Bloomberg kemarin.
Pada tahun 2008 lalu OFT sebenarnya sudah pernah mencoba melakukan pengungkapan kasus serupa yang melibatkan perusahaan rokok dan juga Tesco Plc, namun tidak dilanjutkan karena belum cukup bukti. OFT juga mengatakan di masa mendatang tidak akan mengurusi klaim yang berhubungan dengan pertukaran tidak langsung dari harga penjualan yang diajukan di masa mendatang. Terkait dengan denda ini beberapa perusahaan seperti Imperial, akan melakukan pembelaan.
Imperial menyangkal kalau melanggar peraturan dan mengatakan dalam sebuah pernyataan kalau mereka akan membawa kasus ini ke pengadilan banding. Japan Tobacco yang anak perusahaannya terlibat dalam masalah pengaturan harga ini, melihat kalau denda yang diberikan adalah suatu pengembangan positif asalkan denda tersebut dijatuhkan secara benar.
OFT sendiri mulai menjatuhkan denda kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kasus pengaturan harga ini dua tahun lalu setelah mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyidikan semenjak tujuh tahun yang lalu.
Salah satu pihak penjual yang terlibat dalam kasus tersebut William Morrison Supermarkets Plc mengatakan, akan melakukan pembelaan atas denda yang diberikan. Mereka menganggap kalau tuduhan OFT tidak logis dan tidak berdasarkan bukti. Morrison sendiri oleh OFT didenda sebesar 2,45 juta Poundsterling, sedangkan penjual yang lain Safeway Stores, di denda 10,9 Juta Poundsterling. by
|