Login | Register Version : English | Suroboyoan | Madura    
2010-04-23 
Semen Gresik Diperiksa KPPU
Dugaan Kartel Semen
Tingginya harga semen antara bulan November hingga Februari setiap tahun membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) curiga. KPPU menduga terjadi praktek kartel dalam penentuan harga semen di Indonesia. ”Setiap tahunnya, harga semen bulan November dan Februari selalu naik. Dugaan kuat terjadi kartel harga semen di seluruh kota Indonesia,” kata Komisioner KPPU, Benny Pasaribu di Balikpapan, Kamis (22/4).

Pada empat bulan itu, kata Benny, KPPU selalu mencatat adanya keluhan kelangkaan pasokan semen di seluruh kota/kabupaten Indonesia. Sesuai prinsip ekonomi, katanya harga semen langsung merangkak naik dari ketentuan normal hanya Rp 52 ribu jadi Rp 70 ribu per saknya. ”Setiap tahun selalu begitu, alasan produsen semen juga tidak masuk akal dan sulit dipercaya,” paparnya.

Benny menduga di bulan-bulan itu terjadi praktek kartel diantara para produsen semen di Indonesia. Sebabnya, katanya saat itu terjadi peningkatan permintaan semen untuk pembangunan proyek-proyek pemerintahan.

Oleh karenanya, saat ini KPPU sedang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa perusahaan semen. Pemeriksaan ini berlangsung selama 60 hari yang dimulai sejak 25 Februari.

Informasinya, salah satu perusahaan semen yang diperiksa adalah PT Semen Gresik. Saat dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik Sunardi Prionomurti membantah Semen Gresik terlibat dalam praktek kartel perdagangan semen. Meski begitu, ia mengaku telah menjalani proses pemeriksaan yang dilakukan KPPU. ”Sekarang masih proses. Yang pasti kami selalu kooperatif,” katanya.

Dalam pemeriksaan selama ini, Semen Gresik selalu berkomunikasi baik dengan KPPU. “Apa yang KPPU minta, kami berikan, supaya tidak ada missunderstanding karena kami tidak melakukan (kartel) itu,” pungkas Sunardi. Semua dokumen yang dibutuhkan KPPU terkait bisnis perseroan, misalnya laporan keuangan, telah diberikan.

Sunardi menegaskan pihaknya tidak melakukan kartel penetapan harga semen seperti yang dituduhkan. “Kapasitas produksi kami besar, di atas demand nasional, masa tidak dijual? Kami kan bersaing dalam usaha,” terangnya. ti


Ada 0 Komentar Untuk Berita Ini.


Silakan Login untuk kirim komentar Anda.
Kirim Komentar Anda :
*)max. 250 karakter