SURABAYA -- Banjir di Surabaya memang tidak bisa 100 persen dihindari. Terutama daerah di tengah kota, seperti Jl. Mayjend Sungkono dan lain-lain. Kondisi Surabaya yang rata dengan permukaan air laut membuat kota ini rawan banjir. Sebanyak 80 persen diantaranya paling tinggi hanya 5 meter dari permukaan air laut.
Meski demikian, Surabaya merupakan satu-satunya kota yang punya sistem pematusan yang lengkap. Memang belum seluruh sistem dilaksanakan karena perlu waktu. Disamping itu, dari sisi anggaran juga membutuhkan pentahapan dalam setiap tahun anggarannya.
Pakar Tata Kota dari ITS Surabaya, Prof Johan Silas mengatakan belakangan ini banjir di Surabaya sudah terkendali. ‘’Hanya jika hujan besar di tempat tertentu. Ini tidak bisa dihindari. Apalagi ada pantai yang dipengaruhi pasang surut laut,’’ kata Johan Silas.
Menurut dia, banjir yang terjadi di bagian tengah Surabaya lebih sulit diatasi. Jl. Mayjend Sungkono misalnya. Seharusnya bagian tinggi di wilayah tersebut tidak dibangun sepadat sekarang. ‘’Anehnya, mereka punya izin, ini kan salah Pemkot juga. Sebenarnya pengembang tahu mereka melanggar prinsip dasar ini,’’ ujar Johan.
Berdasarkan master plan Surabaya tentang banjir, penanggulannya sebenarnya sudah dirancang jauh-jauh hari. Ditargetkan dalam 5 tahun ke depan, sebuah bosem yang memanjang dari utara ke selatan akan dibangun. Saat ini hanya ada 2 bosem di Surabaya yakni Morokrembangan yang direhabilitasi dan bosem Wonorejo seluas 200 hektare.
Selain itu, didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkot Surabaya juga akan membuat waduk kecil atau embung. Ada 7 embung berada di daerah tinggi yang diproyeksikan bakal dibangun. Nantinya, air di atas akan ditampung dan tidak diguyurkan ke bawah. Rencananya, 2-3 tahun lagi kawasan Jl. Mayjend Sungkono akan tertolong setelah embung ini dibangun.
Johan melihat data tahunan banjir di Surabaya menunjukkan pengurangan. Tinggi dan lama banjir sudah mulai berkurang setiap tahunnya. Ini tidak lepas dari keberadaan 70 rumah pompa di Surabaya. Diharapkan ke depan dengan penambahan bosem dan embung, banjir di Surabaya bukan lagi menjadi persoalan yang selalu terjadi setiap hujan turun.n do
|